Logo: New South Wales Government
New South Wales Government
NSW Department of Education and Training
 
 
SEARCH    
  Home Public Schools TAFE NSW Training & Industry Adult & Higher Education Employment with Us Our Policies News Room Contact Us  

[Indonesian_open] Dari Indonenglish sampai ke Gaulnesia

Uli Kozok kozok at hawaii.edu
Fri Jun 27 19:36:37 EST 2008


Di Blog Anda saya baca:

"Lebih pusing lagi: pengajar Bahasa Indonesia untuk penutur asing. Nah,
terbayangkah bagaimana mengajarkan bahasa yang masih terus tumbuh?"

Karena kebetulan saya seorang pengajar bahasa Indonesia (bukan "*B*ahasa
Indonesia"!) maka saya merasa berhak untuk menjawab.

Menarik bahwa Anda menulis bahwa bahasa Indonesia merupakan "bahasa yang
masih terus tumbuh" seolah-olah bahasa Indonesia merupakan bahasa setengah
dewasa sementara bahasa lain sudah mantap dan tidak tumbuh lagi. Setiap
bahasa tetap tumbuh dan setiap hari muncul kata yang baru. Saya meninggalkan
kampung halaman saya di Frisia Timur, Jerman, dua puluh tahun yang lalu.
Sejak saya pergi banyak sekali bermunculan kata-kata baru dan bahasa gaul
para pemuda sudah sangat berbeda dengan bahasa yang dulu kami pakai selagi
di SMA.

Bukan saja bahasa Indonesia memiliki bahasa gaul seperti dalam kalimat
contoh Anda melainkan merupakan fenomenum yang sangat biasa. Yang Anda
namakan "bahasa gaul" seungguhnya merupakan ragam bahasa yang berasal dari
Jakarta, yang berdasarkan "Omong Betawi" yang merupakan salah satu dari
sekian banyak dialek bahasa Melayu.

Saya baru kembali dari perjalanan ke Inggris. Karena saya lebih terbiasa
dengan dialek Inggris gaya Amerika, Selandia Baru, dan Australi, saya
kesulitan untuk mengerti mereka di sana. Apalagi di Skotlandia saya selalu
harus meminta agar mereka menulang kata-katanya.

Sekarang saya sedang di kampung halamanku di Jerman. Orang di sini
sehari-hari menggunakan bahasa Frisia Timur, salah satu dialek bahasa Jerman
yang tidak dapat dimengerti oleh orang Jerman lainnya. Tentu saja kalau
mereka bertemu dengan orang yang tidak mengetahui bahasanya maka mereka akan
mengalih memakai bahasa Jerman yang baku. Persis sama dengan yang dilakukan
Si Wiwit dari Jakarta kalau bertemu dengan Riska dari Manado. Wiwit tentu
tidak akan memakai bahasa gaul dan Riska takkan menyapa Wiwit dengan bahasa
Manado karena Wiwit kan tidak tahu de pe bahasa.

Jadi adanya dialek seperti bahasa Jakarta tidak menjadi masalah bagi seorang
pengajar bahasa Indonesia. Yang kami ajarkan adalah bahasa Indonesia yang
baku, dan biasanya di tingkat tiga saya mulai mengajarkan ragam tidak resmi
termasuk bahasa Jakarta krena bahasa tersebut sudah merajalela di kota-kota
besar di Jawa, dan bahkan terkadang sudah mulai dipakai di kota besar di
luar Jawa seperti Palembang atau Medan.

Salam sejahtera,

Uli Kozok



2008/6/26 Sigit Setyawan <sigitsetyawan at yahoo.com>:

> Sampai di manakah bahasa Indonesia kita?
>
> **
>
> *Jalan ke PI Mal bikin gue capek. Macetnya tuh amit-amit, di semua traffic
> light bok! Sebenernya sih, macetnya tuh gak bakal parah-parah amat kalo
> orang gak maen srobot tuh jalur busway. But lucky deh, gue ada hape, jadi
> gue bisa smsan dan ngegame. Sohib gue more lucky tuh, soalnya dia bawa
> laptop. Dia bisa internetan segala. Nah, saat itulah gue inget kalau gue
> musti ke BCA.
>
> *Bagi anak muda, paragraf paling enak dibaca mungkin adalah paragraf di
> atas. Bahasa gaul dicampur dengan sedikit Bahasa Indonesia dan Inggris,
> jadilah Gaulnesia. Selengkapnya di www.sigitspot.blogspot.com atau
> http://sigitspot.blogspot.com
>
>
>
> ++++++
>
> Mohon maaf bila pesan ini mengganggu Anda.
>
>
>
> Sigit
>
> IPEKA INTERNATIONAL
>
> Jakarta
>
>
> **********************************************************************
> This message is intended for the addressee named and may contain
> privileged information or confidential information or both. If you
> are not the intended recipient please delete it and notify the sender.
> **********************************************************************
>
> _______________________________________________
> Indonesian_open mailing list
> Indonesian_open at bookraps.services.det.nsw.edu.au
> http://www.schools.nsw.edu.au/mailman/listinfo/indonesian_open
>
> **********************************************************************
> This message is intended for the addressee named and may contain
> privileged information or confidential information or both. If you
> are not the intended recipient please delete it and notify the sender.
> **********************************************************************
>
>


-- 
Dr. Uli Kozok
Associate Professor
Indonesian-Malay Language Program
2540 Maile Way, Spalding 255
Honolulu, HI 96822, USA
Tel: +1.808. 956 7574
Fax: +1.808. 956 5978
http://www.hawaii.edu/indolang
http://bahasa.net/online
-------------- next part --------------
An HTML attachment was scrubbed...
URL: http://www.schools.nsw.edu.au/pipermail/indonesian_open/attachments/20080627/20c10df9/attachment.html


More information about the Indonesian_open mailing list

  Logo: NSW Department of Education and Training
Language Support Translated Documents | Terms & Conditions | Privacy | Site Map | Copyright | Help | Accessibility
NSW Government | jobs.nsw
|